Sabtu, 27 Februari 2016

Kenapa Kredit Saya Ditolak ?

Assalamualaikum.. Kali ini saya ingin sedikit berbagi pengetahuan tentang salah satu bentuk sistem manajemen resiko yang diterapkan oleh bank-bank di seluruh Indonesia, yakni kolektibilitas kredit.

Yap, kolektibilitas kredit (sering disebut oleh pegawai bank sebagai 'KOL' saja) adalah gambaran kondisi pembayaran angsuran + bunga oleh satu individu (apakah lancar atau sering menunggak) atas sejumlah uang yang telah dipinjamkan oleh bank ke individu tersebut. Dalam memberikan pinjaman ke pihak lain, bank pasti akan melihat status KOL pihak tersebut di database yang dimiliki oleh Bank Indonesia, karena memang hanya BI lah yang berhak menetapkan status KOL seseorang.

Status KOL ini disarikan dari seluruh pinjaman yang pernah dilakukan oleh orang tersebut, baik kredit rumah, kredit sepeda motor, kredit mobil, dsb. Nah, karena itulah, KOL ini bersifat sangat rahasia, bahkan bank selain BI pun tidak boleh mengetahui terlalu detil mengenai hal ini.

Status KOL dibedakan berdasarkan kelancaran pembayarannya menjadi lima macam, yakni :
KOL 1. Kredit Lancar
Yakni kredit yang pembayarannya selalu lancar dan memuaskan (tidak pernah menunggak dan juga tidak pernah terlambat)
KOL 2. Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK)
Yakni kredit yang selama 1-2 bulan, pembayarannya mulai tidak tepat waktu, dan juga mulai menunggak.
KOL 3. Kredit Tidak Lancar
Yakni kredit yang selama 3-6 bulan pembayarannya tidak tepat waktu, dan juga menunggak. Usaha-usaha penagihan mungkin telah dilakukan namun tidak membuahkan hasil
KOL 4. Kredit Diragukan
Yakni kredit yang selama berbulan-bulan tidak lancar dan walaupun telah jatuh tempo, peminjam masih tidak dapat menyelesaikan angsurannya
KOL 5. Kredit Macet
Adalah keputusan terakhir yang diambil, setelah seluruh upaya penagihan yang dilakukan tidak berhasil, biasanya disertai juga penarikan barang yang dijaminkan sebelumnya, seperti rumah, sepeda motor, mobil, dsb.

Nah, dari penjelasan diatas dapat disimpulkan jika kita meminjam dana di bank, kita harus berupaya sebaik mungkin membayar angsurannya tepat waktu, agar status KOL selalu ada di KOL 1. Dengan status KOL 1 ini, rencana pinjaman Anda di masa yang akan datang pasti selalu dipertimbangkan oleh pihak bank, mengingat kelancaran pembayaran Anda (bank mana sih, yang gamau punya nasabah taat ? Ya, kan ?)

Sebaliknya, jika Anda pernah melakukan keterlambatan pembayaran, maka status KOL Anda akan ada di sekitaran KOL 2-KOL 4, tergantung jangka waktu keterlambatan. Dengan status KOL ini, pihak bank akan lebih berhati-hati dalam menyetujui rencana pinjaman Anda di masa mendatang, karena pihak bank takut jika tiba-tiba Anda tidak mampu melunasinya. Biasanya status KOL 2-4 ini akan bertahan hingga 6 bulan setelah Anda berhasil melunasi kredit tersebut, beserta bunga dan dendanya, sebelum akhirnya kembali lagi ke KOL 1.

Nah, jika Anda pernah ditolak ketika mengajukan kredit, itu mungkin dapat disebabkan oleh status KOL Anda, yakni mungkin KOL 5. Ini berarti Anda memiliki riwayat yang cukup buruk dalam hal peminjaman dana ke bank. Biasanya status KOL 5 ini akan bertahan hingga 25 tahun setelah Anda berhasil melunasi kredit, beserta hutang dan dendanya, sehingga Anda akan sulit sekali mencari pinjaman. Biasanya pegawai bank juga menyebut status KOL 5 ini sebagai "Bad Debt" (atau lebih sering lagi disingkat "BD").

Jadi, mulai sekarang lihat dulu dompet Anda sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit, karena sekali saja kita tidak lancar dalam membayar kredit, maka seumur hidup kita akan menyesal, hanya karena dapat status KOL 5 dari Bank Indonesia yang bertahan hingga 25 tahun, dan kemungkinan tidak bisa lagi meminjam dana ataupun kredit ke bank manapun, karena usia yang tidak lagi produktif, sehingga segala sesuatu harus dibeli secara kontan, kalau sudah gitu kan kita sendiri yang menyesal...

Sekian pos saya kali ini, yang saya sarikan dari http://bankernote.com. Semoga dapat memberikan pencerahan. See you on the next post !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan...